Ketika kepalamu sakit dan muncul niat untuk membenturkannya ke dinding atau menjambak-jambak rambutmu, itu artinya otakmu kepenuhan. Penuh akan segala hal. Rasanya semua hal berebutan masuk ke sana. Tak berurutan. Tanpa nunggu giliran. Sesak jadinya. Disaat-saat seperti inilah aku merasa demiian. Di saat otak luber, hati nyeri,hari seketika berubah jadi musuh. Jadi pengen nyakar-nyakar diri sendiri. Atau yang paling parah, menyusun rencana untuk terjun ke sumur terdekat. Aku adalah orang yang dihancurkan oleh mood. Terdengar bodoh memang karna seharusnya kita yang mengontrol mereka. Tapi inilah kenyataannya. Ketika mendengar sesuatu yang menyakitkan, melihat segalanya tak sesuai rencana, moodku akan langsung turun ke titik terendah berganti dengan emosi yang tinggi. Jadi diem dan ketika ada yang ngajak ngobrol rasanya aku pengen cekek mereka. Aku tau ini buruk, menimpakan kekesalan pada orang lain yang jelas-jelas gak ada salah sama kita. Dan terparah, kejadian moodku ambruk hampir terjadi setiap hari.
Keadaan seperti inilah yang menyebalan. Di saat kamu ingin menunjuk keadaan, neriakin keadaan, nylahin keadaan, tapi akhirnya terduduk lemas adan sadar bahwa yang salah bukan keadaan, yng bodoh bukan keadaan, tapitapi ketololan murni yang datang dari diri sendiri.
Minggu, 01 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
kamu belum bilang siapa korban terparah krn moodmu..
dialah aku..
cindy clarissa
Posting Komentar