Senin, 02 Februari 2009

Perkenalkan.. Boss Kita, Novita

Kepala gank kita bernama Nopit. Dia boss kita, tiap hari kita nyetor uang keamanan ke dia, kalo gak jangan harap hidup aman di sekolah. Ya gak lah! Diantara kita berempat, Nopit yang paling banyak julukannya. Nopit keriting juga, sama kayak Sun dan Cin. Suaranya nge-bass. Hobinya menganalisis semua orang.

Super hero. Yups, karna dia yang terkuat diantara kita berempat. Mau buka botol, ngangkat meja, sampe pindah rumah, panggil saja Nopit! Caranya, duduk bersila, tangan seperti bertapa tapi lakukan gerakan memutar, susah dijelaskan, beitulah pokoknya. Lalu nyanyikan lagu ‘Nopit.. Nopit.. Nopit.. Datanglah kau Nopit.. Suaranya riang.. Datanglah oh Nopit.. Kedalam hatiku’ (dinyanyikan dengan nada Ost. P-Man) Maka dijamin, semua masalah anda akan teratasi.

Pak Bondan. Nenek yang ini juga yang paling ahli dalam menilai makanan. Dia akan tau ini pisang ambon ato pisang maluku (mang ada?) hanya dari mencium baunya. Dia yang paling tau makanan mana yang enak atao gak. Jajannya paling banyak, karna semua makanan yang masuk ke tubuhnya harus seimbang. Ada air putih, brati harus ada teh kotak. ada asin brati harus ada manis. Ada tahu brati harus ada tempe. Begitulah, karna dia ngaku pusing kalo makanannya gak seimbang. Porsi makan jumbo, tapi gak seimbang dengan badan.

Ketua peduli poni. Percaya ato gak kalo tas dia selalu lebih berat tiga kilo dari tas-tas pelajar pada umumnya? Tasnya selalu menggelembung kaya orang mau liburan ke Eskimo. Kalian tau apa isi tasnya? Sisir, kaca, bedak, jepir rambut beraneka ragam, sisir lagi, parfum, kaca lagi, gel rambut, dan entah-apa-lagi. Ini serius. Sisir aja dia bawa dua puluh tiga biji. Oke, mungkin gak seekstrim itu tapi yang jelas lebih dari satu. Sisir poni beda dengan bagian rambut yang lainnya, belum lagi sisir rol. Kaca mulai dari seukuran jempol sampe seukuran seluruh jempol di dunia juga dia bawa. Karena itulah dia sangat lelet. Mau ke kantin, nyisir. Arisan, ngaca. Ke WC, bedakan. Yang paling parah, main tengkong-yang-tentunya-akan-keringatanpun dia dandan. Ohh…

Boli-boli. Ini adalah kata yang kuperhalus dari bolot sangat. Ya, teman-teman dia agak lambret. Mungkin sebagian otaknya kesedot kaca *ampun, Pit* Ngomong sama dia harus panjang sabar dan yang paling penting, jangan lebih dari tujuh kata karna kalo gak dia akan pasang tampang cengo, garuk-garuk pala dan dengn polosnya nanya ‘kalian ngomong apa?’

Baiknya, Nopit orang yang sangat sangat sangat tidak pelit. Walopun tiap hari stok permennya kami rampas. Dia juga penyedia cemilan-cemilan kita. Kalo aku lupa bawa duit, dia juga yang minjemin. Kalo aku gak ada yang jemput ato les dia yang nganter aku. Dia gak pernah ngeluh (entahlah kalo dalam hati) boncengin aku walopun aku bukanlah orang yang ringan untuk dibonceng.

Memorable Moment with Nopit :
Waktu les Inggris, dia nanya ‘kenapa bawang putih warnanya putih padahal dari tanah’ dengan tampang polos (kalo gak mau dibilang imbisil), setelah kami ketawa sampe kram mulut, dia malah lanjutin dengan ekspresi tersiksa, ‘selama ini aku pendam aja rasa penasaranku’. Ohh..

Intinya , kita berdua itu beda sangat. Tiap hari kerjaanya ngebahas sesuatu yang gak penting, sampe ujung-ujungnya berantem. Aku hobi makan, dia hobi boker. Aku cinta Ahmad Dhani, dia Irwansyah. Aku suka keju, dia anti. Tapi aku rasa perbedaan-perbedaan itulah yang akhirnya bikin kita berteman baik dan belajar untuk ngerti kalo setiap orang punya pemikiran dan selera yang beda yang gak bisa dipaksain dan pada akhirnya, kesimpulannya teman adalah kontrol yang buat hidup kita seimbang, kompas yang nentuin arah kita, dan spirit dalam hidup.

Tidak ada komentar: