Jumat, 01 Agustus 2008

Tawon dan Mas Pur

Kata orang umur 17 tahun sudah dianggap dewasa. Lantas, sudah cukup dewasakah kami?
Mari kita buktikan bersama..

Minggu-minggu pertama ajaran baru kayak sekarang belajar di sekolah belum terlalu aktif. Guru-guru banyak yang belum masuk sekolah, begitu juga dengan murid-muridnya yang lebih memilih untuk menambah libur mereka sendiri. Tapi tidak denganku dan teman-teman sepermainanku. Kami sudah memiliki tekad mulia sejak jauh-jauh hari. Keinginan yang sangat menggebu-gebu dan sakral. Walaupun hujan badai, jurang terjal kami lewati (haah?). Keinginan itu adalah "Main Monopoli" & "Main Hide and Seek". Yap, saudaraku kami hanya ingin bermain.. Kami ingin mengulang masa-masa dahulu kala disaat masih balita.

Permainan ini sukses membuatku merasa fresh dan luka karena disengat tawon (salah sendiri sembunyi di semak) serta mendapat kecaman dari berbagai pihak. Nah lho? Oke, yang pertama dari guru-guru yang pasti terganggu dengan suara ribut yang kami timbulkan. Trus, waktu aku lagi sembunyi di belakang Mas Pur(kapok di semak), paman pentol di sekolahku, pentolnya enak lho, rasa daging sapinya terasa banget, murah lagi, karena itu segeralah datang ke Pentol Mas Pur! Lho kok jadi promosi? Pokoknya seperti itulah.. Balik ke topik! Disaat aku lagi khusyuknya sembunyi, tiba-tiba ada ade kelas yang nyelutuk "Masa kecil kurang bahagia." Sesaat aku tersentak. Rasanya mau aku jambak rambut ade itu tapi sadar kalo dia botak. Lalu akau mencoba berpikir positif "Ah, dia cuma sirik karena gak diajakin main.'' Yups, pasti itu sebabnya.

Main monopoli juga seru sih walaupun kurang bebas lari-larian yang notabene membuatku sedikiiiiit kurus dan yang paling menyebalkan adalah aku SELALU kalah. Aku paling bolot deh dalam permainan kayak gini. Dibegoin juga gak tau. Beda dengan Nopit yang selalu jadi juragan rumah dan jutawan. Padahal dalam keseharian dia yang paling bolot diantara kami-kami yang bolot. Aku curiga juga, jangan-jangan dia nilep uang bank. Hiyaa, u r busted, Nopit!

Udah ah, gak tau mau nulis apa.
Cuma mohon doanya supaya lain kali aku menang!

Tidak ada komentar: