Jumat, 01 Agustus 2008

Anak kecil dalam bayanganku adalah anak yang cantik, lucu, gendut, suka ketawa, dan enak dicubit. Tetapi kenyataan yanag baru-baru ini terjadi segera mengubah pemikiran muliaku itu.

Cerita ini dimulai saat Mami bilang bakal ada anak dan ibu yang maen ke rumah. Aku sih oke aja. Tapi gerak-gerik aneh saat Mami mengajak mereka ke kamarku. Oh no! Ini tanda-tanda malapetaka. Dari awal masuk emang anaknya yang bernama hmm.. hmm.. aku lupa namanya, uda pecicilan banget ngliat baju, spatu, dan segala rupa di kamarku. Dia nyoba-nyoba kalung, sepatu, tas, dan semuanya deh. Pokoknya dia liar. Hape aku dan Mamiku pun jadi sasaran. Loncat-loncat di tempat tidur pun sudah. Aku cengo. Mau negor gak enak soalnya mamahnya nyantai aja. Oke, sabar Mona.

Setelah puas ngacakin barangku dia melihat objek lain yang lebih enak untuk di tempelin. Yups, itu aku teman. Dia ngekorin aku terus, nanya-nanya hal gak penting dan mulai menjamahku. Oke, maksudnya megang-megang rambutku. Aku gak ngerti apa menariknya rambutku sampai dijadikannya mainan seperti itu. Aku tegur dia. Dia diem. Megang rambutku lagi. Aku tegur lagi. Diem lagi. Megang rambutku, lagi. Kayak gitu terus. Kesabaranku mulai menipis. Aku ancam bakal ngikat dia di tiang bendera (aku terinsipari karena melihat gaunnya yang sangat berkibar kayak bendera.) Beneran deh, sebenernya aku suka anak kecil. Yah, tapi jangan brutal kayak dia ini. Kalo kayak gini mah aku yakin Kak Seto juga angkat tangan ngadepin dia.

Ancamanku gak mempan. Dia bertambah anarkis. Dia melakukan semua kegiatan diatas sekaligus. Loncat-loncat, pake kalung, megang rambutku, pake tas, gigit sepatu. Oke, yang terakhir becanda. Sumpah, kesabaranku runtuh. Aku jadi beringas juga. Aku tarik tangannya trus ku gabungin kedua tangannya kayak di borgol trus aku teken kuat-kuat. Aku tanya "Ampun gak?'' Dia diam. Aku tambah beringas dengan mata melotot. "Ampun gak?'' Dia diam dan diam dan diam dan diam dan diam dan nagis..
Hahaha.. Rasakan kekuatan KUGA. Plong banget rasanya. Sejak saat itu dia dan emaknya gak pernah lagi maen ke rumah..

Wahai anak-anak kecil janganlah kalian berbuat anarkis seperti contoh diatas. Dia sudah menjadi korban yang tak berdaya. Hahaha...

1 komentar:

Reila Da vinci mengatakan...

ksian bgt sih tu anak...
lo jd org kjam bgt!
ntar emaknya ngelapor kekomnas perlindungan anak lo