Selasa, 19 Januari 2010

SILHOUETTE

Inilah tema buat ujian saya di LPTB Susan Budihardjo untuk tahun 2010. Atau biar lebih gampang mari kita jadikan Indonesia, Siluet. Semenjak print outnya dibagi, perut saya bergejolak. Gugup. Ujian akhirnya berupa fashion show yang isinya merealisasikan tiga design kita, termasuk sepatu dan aksesoris. Satu saja saya sudah cukup pusing, bagaimana dengan tiga?

Pengararah ujian akan dimulai bulan depan, walaupun fashion shownya sendiri diadain Oktober. Tentang tema saya belum bisa cerita banyak karna belum ada pengarahan formalnya. Cuma yang jelas setiap baju pasti ada siluetnya, mulai dari siluet A-Z. Nah, siluet-siluet inilah yang harus kita wujudkan secara avant garde ke dalam bahan velt. Ya, satu koleksi ditentukan harus menggunakan bahan velt (lebih tebel dari flanel, yang biasa buat meja biliard) sedangkan dua koleksi lainnya bebas. Jujur, untuk design baju saya belum mendapatkan ide, :(

Book of idea. Ini merupakan salah satu syarat untuk ikut ujian. Yah boleh dibilang semacam portofolio lah. Isinya mulai dari sepuluh design kita (beserta technical drawingnya), inspirasi, iklan, benang merah, price tag, paper bag, name card, segalanya lah. Hufh.. Memang akan sangat banyak yang harus diurus tapi saya rasa ini pasti menyenangkan. Dan kemudian semuanya itu akan dipresentasikan di depan semua guru-guru dan Bu Susan Budihardjonya sendiri! Ya, pada akhirnya kita dituntut untuk mengerti dan mengerjakan semuanya sendiri, muali dari cari inspirasi, design, pemotretan, background musik, bikin book of idea, sampai presentasi.

Menjadi 20 besar apalagi the best student bukan obsesi saya (walaupun ngarep dalam hati) Saya ikhlaskan saya posisi itu kepada yang lebih berhak karna yang menjadi pertanyaan terpentingnya sekarang adalah 'akankah saya ikut ujian tahun ini?' Harus dan pasti jawabannya! Go Mona!

Jumat, 15 Januari 2010

Negara Idaman

Untuk tinggal :
Entah kenapa saya saya selalu terbayang Belanda. Seperti ada magnet yang menarik saya untuk pergi ke sana. Namun sayangnya 'hanya' magnet yang menarik saya, uangnya tak ada. Saya selalu suka melihat kincir anginnya Belanda, menenangkan. Bunga tulipnya juga. Saya bukan tipe orang pecinta bunga, tapi cuma tulip lah yang berhasil membuat saya jatuh hati. Bentuknya yang sederhana dan warnanya yang cerah lebih menarik dibandingkan mawar yang berkesan feminin. Inilah yang selalu saya bayangkan, makan keju hangat di depan rumah sambil memandang taman bunga tulip dan kincir angin. Mauu.. Mauu.. Mauu..

Untuk Liburan :
Apalagi untuk liburan akhir tahun saya sangat mengidam-idamkan Amerika Serikat, New York lebih tepatnya untuk merasakan indahnya white Christmas. Serba putih dan dingin. Ada Snowman, Santa Claus, Rudolph, Christmas Tree, Mistletoe, dan teman-temanya.

Untuk Belanja :
Sudah banyak saksi yang bilang kalo Hong-Kong surganya belanja. Segalanya murah. Boots cuma 70ribuan (bisa dibayangin kalo nyampe Indonesia bisa jadi ratusan) Hanya saya kurang percaya jika belum membuktikannya sendiri. Haha..

Untuk Tobat :
Saya rasa semua umat kristiani mengidam-idamkan pergi ke Israel. Saya yang murtad inipun demikian.

Kamis, 14 Januari 2010

Jajanan Penggoda Iman

Menuruti kata-kata Sunsan, maka saya membuat postingan tentang jajanan maut yang menggoyahkan iman versi saya. Berikut daftarnya :
Jajanan di SMP 2 Palangkaraya. Mulai dari pentol goreng, tempe bakar, dadar guling, dan teman-temannya. Asli ya, SMP ini bikin saya nagih. semua jajanannya maut dan murah. Jdi pengen, :P
Kue kacang. Kue kacang maut ini beneran enak. Kacangnya terasa sekali, gak kaya kue kacang di sini yang rasanya lebih mirip bakwan.
Dan yang merebut posisi satu adalah.. Jeng.. Jeng.. Donatnya J. Co. Ngebayanginnya aja bikin liur saya menetes. Bener-bener enak dan bikin iman saya goyah. Setiap ke mall dan ngelewatin gerai J. Co donat-donatnya itu seakan-akan membundarkan matanya, memelas dan minta dibawa pulang. Aaaaarggghh! Ga cukup satu, harus setengah lusin, hahaha..

Si Sun emang banyak mau. Kemarin minta jajanan favorit, sekarang minuman. Saya gabung aja yaa..
Teh manis panas. Maafkan selera saya yang agak tua ini. Tapi ini bukan salah saya sepenuhnya, tapi karna penyakit pilek menahun inilah yang menuntut saya untuk selalu minum air hangat.
Guava juice. Apapun merknya saya suka. Mulai dari Buavita, Jungle Juice sampe yang baru saya temukan.. Pome Juice Rasa Guava. Entahlah merknya benar atau tidak yang pasti iklannya Titi Kamal itu lho.
Dan yang merebut posisi satu dan takan mungkin terganti adalah.. Milo 3 in 1 buatan Mami. Love it! Love it! Love it! Apalagi dibikinin milo ini setelah perjuangan dengan merayu dan gelendotan sama Mami, tambah enakk..

Selasa, 05 Januari 2010

Agama

Agama. Suatu hal yang sangat sensitif dan pribadi. Hanya hubungan antara kita sebagai individu dengan Tuhan. Cara kita berkomunikasi dengan Tuhan. Pemikiran inilah yang membuat saya kurang mengerti dengan betapa hebohnya reaksi orang-orang sekitar jika mengetahui ada seorang individu memutuskan untuk berpindah agama. Saya rasa itu keputusan pribadi tiap orang yang tidak bisa dipengaruhi oleh siapapun karna pastinya dia sudah memikirkan segalanya dan pada akhirnya menjadi tanggung jawabnya kepada Tuhan. Bukankah sesungguhnya memilih agama sesuai dengan apa yang kita yakini adalah hak setiap orang? Kita sebagi orang di luar dia tidak berhak menghakimi keputusan yang dibuatnya. Saya gak pernah menyalahkan keputusan seseorang untuk berpindah agama (apapun alasannya) karna sesungguhnya kita tidak pernah memilih agama kita sendiri.

Buktinya sejak lahir orangtua kitalah yang secara otomatis menurunkan agamanya kepada kita. Dengan kata lain, agama yang kita anut sekarang ini pada awalnya adalah pilihan orangtua kita masing-masing. Jadi, sangat wajar jika dalam perkembangan usianya dia jatuh cinta pada agama lain dan memilih agamanya sendiri sesuai dengan pemikirannya. Atau memutuskan untuk tetap pada agama yang dia anut sejak lahir. Sekali lagi, hanya antara anda dan Tuhan.

Saya juga bukan orang yang setuju dengan orang-orang yang bilang 'maafin aja, biar dapat pahala' atau 'berdoa ah, biar dapar pahala' atau apapun itu yang berhubungan dengan pahala dan surga. Hello.. Jadi hidup anda di dunia ini cuma buat ngejar pahala? Supaya bisa masuk surga? Saya rasa tidak. Saya pikir buat apa kita berdoa setiap menit, berbuat baik selalu kalau hanya untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya? Rasa-rasanya kok doa dan berbuat baiknya hanya untuk mengincar surga semata ya? Gak ikhlas. Gak dari hati. Maksudnya begini, buat apa kita nolongin orang lain tapi dengan pikiran 'gue harus bantu dia biar dilihat Tuhan dan akhirnya masuk surga deh' kenapa bukan pikiran ini yang muncul 'gue harus bantu dia, ya karna emang saya harus nolong dia' Sekarang bayangin deh kalo istilah pahala dan surga gak ada? Mungkin gak kita selalu berbuat baik? Mungkin gak kita gak pernah lupa menyebut nama Tuhan? Saya ragu. Tapi ini bukan berarti saya mempengaruhi anda untuk berbuat bejat setiap hari lho ya, hanya saya saya rasa seharusnya setiap prilaku pribadi harus didasari oleh imannya dan dilakukan dengan ikhlas. Ya, ikhlas. Tanpa ada pikiran surga-neraka. Berbuat baiklah karna itu sudah seharusnya bukan karna diiming-imingi pahala. Saya rasa ketika anda melakukannya pun akan lebih enteng karna tanpa ada pikiran 'berapa banyakah pahala saya sekarang?'

Jadi menurut saya kesimpulannya adalah berlakulah sesuai yang diajarkan Tuhan kepada kita (karna semuanya pasti baik)dengan ikhlas, tanpa ada pikiran untuk mengejar pahala semata. Perkara dosa dan pahala, surga dan neraka bukan bagian kita. Bukan urusan kita. Kita terlalu kecil untuk ikut-ikutan memikirkan itu semua. Biarkan Tuhan yang menimbang semua pada akhirnya nanti.

PS : Tulisan ini sama sekali tidak ada maksud buat merendahkan agama manapun, serius. Saya hanya ingin berbagi pendapat saya saja, tanpa ada maksud menggurui apalagi sok alim. Bagi yang tidak setuju dengan tulisan ini sekali lagi, ini hanya pendapat sok tau saya.