Udah lama gak ngisi blog. Sebenernya banyak yang mau ditulis. Tapi untuk menulis perlu banyak waktu, secara aku bukan penulis profesional yang cuma perlu semenit buat nulis satu postingan. Nah, waktu inilah yang akhir-akhir ini jarang saya punya. Bukannya sok sibuk, hanya saja saya terlalu cetek perkara mengatur waktu. Senin, Selasa, Rabu, Jumat full buat sekolah. Hari-hari lainnya cuma aku isi buat leyeh-leyeh karna sungguh berat untuk sekolah di Jakarta ini. Pantat tipis kekikis bangku jebot metromini. Badan bau asap. Rambut merah kaya habis seharian main layangan. Tugas yang bikin pengen jambak rambut. Kulit hitam, tapi yang ini emang udah dari lahir. Paling kerasa, stamina drop. Darah rendah kambuh lagi. Pilek lagi. Pusing lagi. Malahan kemaren sempat kena cacar. Paling parah, tenggorokan saya ada jamurnya. Iya, teman-teman. Tenggorokan saya berjamur. Terdengar menyeraman, tapi sebenernya ini menguntungkan. Kalo akhir bulan gak punya duit aku cuma perlu beli nasi, kasi kecap, pake sambel terasi trus petik deh jamur dari tenggorokan. Hemat dan cermat, bukan? Atau kalo jamurnya tambah banyak, tinggal buka pengembangbiakan jamur aja, itung-itung bisnis buat bayar uang sekolah.
Cacar. Penyakit ini yang lumayan mengganggu. Gatalnya itu lho, bikin emosi. Bawaanya pengen ngegaruk-garuk aja. Tapi kata Ua jangan digaruk. Jujur, ini cukup menyiksa. Cukup sekali deh aku kena cacar, ampun..
Sebenernya yang aku bilang di hari-hari lain di luar sekolah aku pake buat leyeh-leyeh gak sepenuhnya benar. Ternyata aku masih punya waktu buat beli J. Co di Sency, nyari baju di Senen, bikin sepatu di Perbanas, beli kain di Cipadu, beli bahan aksesoris di Mayestik, nonton di PS, karokean di Plangi, nonton fashion show, segalanyalah. Jadi mungkin yang sebener-benernya terjadi, aku leyeh-leyeh karna kecapean jaan-jalan, bukan kecapean belajar. Haha
Oya, perkembangan pelajaran di sekolah. Rok aku (akhirnya) jadi, Thanks God. Sekarang lagi jahit celana. Mau mulai masuk pelajaran blouse. Gambar aku yahh.. Udah mulai membaiklah. Tekstil? Menganyam sampe tangan aku ikut keanyam, hapalan tekstil, gak usah dibahas..
Senin, 07 Desember 2009
Kamis, 22 Oktober 2009
Ketika Kamu Jatuh Cinta
Ketika kamu jatuh cinta kepada seorang Slankers.
Artinya dia adalah seorang cowok yang 'cowok banget', cowok yang gak akan mungkin pake baju Hello Kitty atau sebangsanya. Gak banyak omong dan apa adanya. Beruntunglah! Mungkin kamu akan menjadi seorang yang lebih nyeni dan mulai rajin menghapal lirik-lirik lagu Slank. Selama kamu belum memutuskan utuk menggimbal rambutmu dan menato badanmu, aku rasa wajar..
Ketika kamu jatuh cinta kepada seorang anak basket.
Artinya dia adalah seorang cowok yang sehat, yang gak mungkin ngerokok dan yang pasti tingginya memadai. Beruntunglah! Mungkin kamu akan rajin olahraga dan jadi rajin nonton pertandingan basket. Selama kamu belum memutuskan untuk menjadi handuk kecilnya dia (yang pasti kena keringat tiap hari, hoek..)aku rasa wajar..
Ketika kamu jatuh cinta kepada seorang instruktur fitness.
Artinya dia adalah seorang cowok yang peduli penampilan, jaga badan, yang gak akan jarang mandi. Beruntunglah! Mungkin kamu akan menjadi seorang yang jaga makanan dan rajin fitness. Selama kamu belum memutuskan untuk membuat badanmu sekekar ade Ray aku rasa wajar..
Ketika kamu jatuh cinta kepada ...
PS : Ini tulisan lama sanagat yang gak sengaja nemu waktu bongkar2 tas,
daripada sayang, mending aku pajang. Walaupun jelas,
dengan proses edit terlebih dahulu..
Artinya dia adalah seorang cowok yang 'cowok banget', cowok yang gak akan mungkin pake baju Hello Kitty atau sebangsanya. Gak banyak omong dan apa adanya. Beruntunglah! Mungkin kamu akan menjadi seorang yang lebih nyeni dan mulai rajin menghapal lirik-lirik lagu Slank. Selama kamu belum memutuskan utuk menggimbal rambutmu dan menato badanmu, aku rasa wajar..
Ketika kamu jatuh cinta kepada seorang anak basket.
Artinya dia adalah seorang cowok yang sehat, yang gak mungkin ngerokok dan yang pasti tingginya memadai. Beruntunglah! Mungkin kamu akan rajin olahraga dan jadi rajin nonton pertandingan basket. Selama kamu belum memutuskan untuk menjadi handuk kecilnya dia (yang pasti kena keringat tiap hari, hoek..)aku rasa wajar..
Ketika kamu jatuh cinta kepada seorang instruktur fitness.
Artinya dia adalah seorang cowok yang peduli penampilan, jaga badan, yang gak akan jarang mandi. Beruntunglah! Mungkin kamu akan menjadi seorang yang jaga makanan dan rajin fitness. Selama kamu belum memutuskan untuk membuat badanmu sekekar ade Ray aku rasa wajar..
Ketika kamu jatuh cinta kepada ...
PS : Ini tulisan lama sanagat yang gak sengaja nemu waktu bongkar2 tas,
daripada sayang, mending aku pajang. Walaupun jelas,
dengan proses edit terlebih dahulu..
Selasa, 13 Oktober 2009
Perang Itu..
Aku selalu gak habis pikir sama mereka semua. Gak tau juga apa maksudnya. Gak ngerti apa tujuannya. Seharusnya mereka berjalan beriringan dengan mesra, malah memecah diri dan membentuk dua kubu. Seharusnya yang jadi kepala adalah orang paling netral, malah menghasut anak buahnya untuk berjalan berlawanan arah cuma karna hal yang 'kelewat' sepele, sirik..
Rabu, 07 Oktober 2009
Di Dalam Kereta
Minggu kemaren aku naik kereta sama Ua, buat belajar pake mesin jahit. Aku yang emang hobi naik kereta setuju-setuju aja. Lagian, masa aku harus nenteng-nenteng mesin jahit turun naik angkot? Walaupun portable tapi lumayan juga beratnya. Untungnya, pilihan buat naik kereta ternyata gak salah.
Di dalam kereta aku bisa liat semua orang. Cewek-cowok, tua-muda, kaya-miskin, perpangkat pinggi-pegawai biasa, ada semua. Mulai dari pengamen tuna netra yang aku gak habis pikir gimana cara dia naik kereta, penjual koran dan majalah (harga koran di kereta cuma Rp1000), pedagang makanan (gorengan, snack, kue-kue), anak sekolahan, mahasiswa, pegawai negeri, sampe bapak-bapak berseragam lengkap dengan pangkatnya. Harga karcis kereta yang murah (ekonomi Rp1500, ekonomi AC Rp5500), bebas macet( ya ialah!),bikin kereta masih jadi pilihan utama buat alat transportasi sehari-hari. Walaupun jelas, banyak juga negatifnya, kalo gak ada tempat duduk harus nyiapin kaki buat bediri desak-desakan, panas, banyak copet, belum lagi dengan lalu lalangnya pengamen dan pedagang yang bikin kuping pengeng.
Di dalam kereta aku juga bisa mengamati kegiatan orang-orang selama di dalam kereta. Ada yang tidur, ada anak yang jerit-jerit minta diturunin di Monas, ada yang baca koran/majalah, dan yang paling parah.. Ada yang Facebook-an di kereta. Hello.. Sambil berdiri dengan satu tangan peganng gantungan di kereta, tangan yang satunya mijit-mijit handphone (yang belakangan diketahui dia sedang Facebook-an) Asli ya, aku gak ngerti dengan tujuan mbak itu. Mungkin dia lagi update statusnya gini "Gue lagee d kreta nich, pyenuh bangetd dech, pucink jadi na!" Gitulah kira-kira, aku gak ngerti tulisan gaul jaman sekarang soalnya.
Jakarta, September '09
Di dalam kereta aku bisa liat semua orang. Cewek-cowok, tua-muda, kaya-miskin, perpangkat pinggi-pegawai biasa, ada semua. Mulai dari pengamen tuna netra yang aku gak habis pikir gimana cara dia naik kereta, penjual koran dan majalah (harga koran di kereta cuma Rp1000), pedagang makanan (gorengan, snack, kue-kue), anak sekolahan, mahasiswa, pegawai negeri, sampe bapak-bapak berseragam lengkap dengan pangkatnya. Harga karcis kereta yang murah (ekonomi Rp1500, ekonomi AC Rp5500), bebas macet( ya ialah!),bikin kereta masih jadi pilihan utama buat alat transportasi sehari-hari. Walaupun jelas, banyak juga negatifnya, kalo gak ada tempat duduk harus nyiapin kaki buat bediri desak-desakan, panas, banyak copet, belum lagi dengan lalu lalangnya pengamen dan pedagang yang bikin kuping pengeng.
Di dalam kereta aku juga bisa mengamati kegiatan orang-orang selama di dalam kereta. Ada yang tidur, ada anak yang jerit-jerit minta diturunin di Monas, ada yang baca koran/majalah, dan yang paling parah.. Ada yang Facebook-an di kereta. Hello.. Sambil berdiri dengan satu tangan peganng gantungan di kereta, tangan yang satunya mijit-mijit handphone (yang belakangan diketahui dia sedang Facebook-an) Asli ya, aku gak ngerti dengan tujuan mbak itu. Mungkin dia lagi update statusnya gini "Gue lagee d kreta nich, pyenuh bangetd dech, pucink jadi na!" Gitulah kira-kira, aku gak ngerti tulisan gaul jaman sekarang soalnya.
Jakarta, September '09
Langganan:
Postingan (Atom)
