Kamis, 14 Oktober 2010
Hujan Sepuluh Ribu
Hari ini saya dan Ua pergi ke Tanah Abang. Tidak penting apa yang saya beli di sana karna yang ingin saya ceritakan di sini adalah bagian ketika kita mau pulang dari Tanah Abang. Waktu kita keluar dari sana hujan sangat lebat. Entah kenapa hujan di Jakarta akhir-akhir ini suka lebay. Suka pake petir gede. Angin kencang dan sebagainya. Kita harus nyebrang jalan untuk bisa pulang. Di saat-saat seperti inilah ojek payung sangat diperlukan. Saya memilih seorang anak muda yang membawa payung cukup besar untuk kita berdua. "Kalo ke seberang berapa?" Tanya Ua. "Terserah aja, Bu" Katanya. Lalu dengan diikuti mas ojek payung kita berjuang untuk menerobos hujan. Seperti yang saya bilang tadi kalo hujannya lebay, makanya saya harus memegang payung sekuat mungkin kalo gak mau payungnya terbang dan kita basah kuyub. Begitu sampai di seberang saya dan Ua sampai dengan badan kering walaupun sepatu banjir haha. Sedangkan mas-nya udah kuyub dan sedikit menggigil. Lalu saya mengeluarkan selembar sepuluh ribuan dan memberikannya kepada si mas ojek payung. Mas ojek payung bertanya "Ini semuanya buat saya?" Tanyanya dengan ekspresi heran "Iya mas, makasih ya" Saya jawab sambil menepuk pundaknya. Entah kenapa saya merinding. Bukan! saya bukan jatuh cinta kepada mas itu ataupun kedinginan. Tapi saya merasa betapa sepuluh ribu saya bisa membuatnya tersenyum. Bukan bermaksud pamer atau apa tapi yang ingin saya bagi kali ini adalah perasaannya. Perasaan bahagia dan terharu ketika melihat seseorang begitu bahagia menerima pemberian kita (yang mungkin menurut kita tak seberapa) diterima dengan baik itu membuat bahagia kita berlipat-lipat ganda.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar