Kak,
Kita sudah ditakdirkan bersama. Engkau dan aku adalah satu. Kita serasi dan selaras. Engkau hanya diciptakan untukku, begitu pula sebaliknya. Ibarat kata aku adalah bunga dan kakak kumbangnya (sangat dangdut). Aku pohon dan kakak hujannya (nah, kalo yang ini ala Bollywood). Ibarat dongeng, kita adalah Jasmine dan Alladin. Ibarat roman percintaan legendaris kita adalah Romeo dan Juliet. Ibarat lagu, Galih dan ratna. Ibarat selebritis, Dewi Perssik dan Bang Ipul. Ibarat bahasa cinta, kita adalah upil dan ingus. Ini sungguhan, Kak! Serius! Baiklah, jika Kakak belum mengerti, dengan penuh kesabaran akan Adik jelaskan. Begini..
Upil : padat, kokoh, lezat
Ingus : kental, mengalir, lezat (juga)
Nampak serasi, bukan?
Rumah cinta kita adalah sebuah hidung megah yang melindungi kita dari terik matahari ataupun hujan badai.
Bagaimana, Kak? Kita jadian, yah? Saya harap Kakak setuju.
PS : Jika kita jadian kelak, Kakak boleh memilih untuk ingin menjadi upil atau ingus.
***
Awalnya surat inilah yang ingin aku kasih ke Sun waktu dia minta tolong dibuatin surat cinta untuk tuga OSPEKnya. Tapi karna aku masih mempertimbangkan keselamatan jiwanya di kampus, maka aku urungkan niat baikku ini. Akhirnya aku bikin satu surat cinta lagi, yang sesuai dengan permintaan sun, harus LEBAY! Oho, ini mah gancil. Inilah yang disebut dengan bakat. Pengalaman dicekokin telenovela waktu TK, film India jaman SD, ditambah penonton setia konser dangdutan bikin aku jadi berkpribadian geli nin norak. Malahan waktu masih di pertengahan surat Sun minta ampun nyuruh aku berhenti karna kadar lebaynya terlalu lebay. Halah!
Kamis, 20 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
Ijah mon
Beneran
Ijah
Mpe ak mw muntah
Posting Komentar