Jumat, 03 April 2009

Mau Apa?

Hujan kali ini membiarkanku bermain dengan hatiku. Merenungkan segalanya. Sendiri. Tanpa teriakan toa Cinduy, tanpa rambut keriting Sun, tanpa virus bolot Nopit. Semuanya keputar lagi sekarang. Keingat akan yang sudah lewat. Terlambat. Sudah basi. Kadaluarsa. Gak ada guna sebenernya untuk mengingat itu semua. Cuma bikin sesak, lagi. Cuma bikin nyeri, lagi. Padahal aku mau keluar dan main hujan. Basah-basahan mungkin akan melegakan sedikit sesakku. Menyembuhkan sedikit nyeriku. Biar berlalu bersama hujan. Mengalir dan mengendap. Tapi Mami gak pernah setuju dengan usulku ini. Nanti sakit, selalu jadi senjata ampuh Mami. Jadi ya di sinilah aku. Duduk bersila di kamar. Menatap hujan dari jendela. Dengan ditemani suara Oom Keith Martin tentunya.

Kadang aku marah dengna diriku sendiri. Otakku. Terlebih hatiku yang gak bisa diajak kerja sama. Gak bisa kompromi. Gak mau nurutin apa kataku. Padahal akulah bos mereka yang berhak mengatur dan memerintah mereka sesuka hati. Tapi entah kenapa belakangan ini malah mereka yang mengaturku. Menentukan jalanku. Aku bilang stop, otak bilang jangan, hati bilang lanjut. Aku bilang buang, otak teriak jangan, hati teriak simpan.

Oh.. Kalian mau apa sih sebenernya?
Bersekutu melawanku?
Kita lihat saja siapa yang menang..

Tidak ada komentar: