Minggu, 19 Oktober 2008

Sebuah Rumus Pasti

Oya, buat yang ngerayain Lebaran..
Met Lebaran yah..
Mohon maaf kalo ada salah-salah kata atau perbuatan..

Lebaran sudah pasti merupakan salah satu hari yang ditunggu-tunggu seluruh umat muslim di dunia. Di hari itulah umat muslim merayakan kemenangannya setelah sebulan penuh berlapar-lapar puasa. Belum lagi disitulah kita bisa saling maaf-memaafkan sambil bersilahturahmi bersama sanak saudara dan kerabat. Dalem banget, Bu.. But, in fact, aku yang non muslim pun menunggu-nunggu Lebaran. Guess what? Jawabannya jelas.

Liburan. Sudah pasti semua sekolah diliburkan. Yipiee.. Walopun cuma seminggu tapi lumayanlah secara jenis muridnya kayak aku yang selalu merasa gerah jika belajar lebih dari setengah jam. Bahu sakit, pinggang encok, mata katarak, bokong pegel linu merupakan beberapa efek yang aku rasakan ketika ‘terlalu’ lama duduk-manis-lipat –tangan-pandangan-ke-depan-telinga-di-pasang-pegang-pulpen di sekolah. That’s why liburan merupakan hal yang paling dinanti dimana aku bisa tidur, bangun, mandi, makan, main semauku. Merdekalah pokoknya!

Belum lagi karena liburan membuat aku otomatis di rumah seharian yang menyebabkan kejenuhan dan kecengoan tingkat tinggi yang kemudian menyerang sistem peredaran darah yang menyebkan kelumpuhan daya tahan tubuh dan otak dengan bijak memberi perintah makan adalah jalan terbaik untuk tetap bertahan di dalam liburan yang fana ini, kawan. Makan tiga kali sehari jalan terus walopun mandi tiga hari sekali belum tentu. Oke, yang terakhir becanda. Belum lagi asupan kue-kue kering dari Tanteku yang sangat baik kepada keponakannya ini yang selalu hadir mewarnai Lebaran. Jadi jangan heran ketika liburan selesai dan mulai masuk sekolah lagi, hidupku (baca:badanku) makin terasa berat. Berat untuk dijalani, berat untuk diikhlaskan, juga berat untuk ditimbang..

Tapi dari sinilah aku dapat ilham untuk menarik Sebuah Rumus Pasti, gak perlu orang sepintar Newton untuk menyimpulkannya, yaitu
Lebaran + Libur + Lapar = Lebar

Tidak ada komentar: