Kamis, 22 April 2010

Papiku Pa Mona

Tanggal 20 kemarin, Papi saya nan tampan ulang tahun ke 56. Dua anaknya (saya dan Bang Doan)yang terpisah pulau hanya bisa mengucapkan selamat dan doa-doanya lewat telepon. Kata Papi, ulang tahun Papi kali ini dirayakan dengan makan malam dengan keluarga terdekat. Dalam hati saya iri. Bukan perkara makanannya tapi karana saya tahun ini belum bisa mengucapkan selamat ulang tahun dan memeluk Papi secara langsung ;(. Tak apa, Mona! Tahun depan kita rayakan bareng!

Tidak seperti tahun lalu, Bang doan, Bang Rio dan saya memberikan surprise party kecil-kecilan buat Papi. Jadi ceritanya, kita bertiga patungan buat beli kue tart. Trus kita bagi-bagi tugas, Bang Doan sebagai siakangan (anak tertua) berfungsi sebagai pemimpin barisan yang bawa kue, Bang Rio bawa gitar buat nyanyi bareng, dan saya memiliki profesi terpenting, yaitu.. fotografer! Haha.. Setiap momen menjadi tanggung jawab saya untuk diabadikan. Semua perlengkapan kita sembunyiin di kamar saya yang emang selalu jadi base camp buat kami bertiga. Jam dua belas malem teng, rombongan berangkat dari kamar saya menuju ke ruang makan karna Papi Mami lagi ngobrol disitu dan jeng.. jeng.. Bernyanyilah kami walau nada sumbang. Bernyanyilah kami walau tengah malam. Bernyayilah kami walau tetangga ngamuk. Setelah kami mengucapkan selamat ulang tahun, cipika-cipiki, berpelukan dan berdoa bersama, Papi potong kue (kalian taulah potongan pertama untuk siapa)dan akhirnya.. ngobrol deh sampe pagi..

Saya sungguh bersyukur diberikan Tuhan empat orang (Papi, Mami, Bang Doan, Bang Rio) terbaik sekaligus dalam hidup. Saya bahagia karna diberikan Tuhan seorang Papi yang seperti Papi dan dengan bangganya saya nobatkan sebagai The Coolest Daddy In The World. Ya, Papi adalah ayah ter-cool sedunia. Bukan berarti Papi gak care sama keluarganya tapi Papi punya cara tersendiri buat nunjukin rasa sayangnya dan seringkali caranya ajaib. Kesehariaannya Papi memang terkesan cuek sama anak-anaknya tapi saya tahu Papi sayang kita karna gitu juga yang kita rasain ke Papi. Papi akan sesegera mungkin pulang dari kerja di luar kotanya begitu tau salah satu anaknya sakit. Membawa kita ke dokter, memeriksa keadaan kita tiap jam, mengingatkan jadwal minum obat kita dan segalanya.

Papi selalu membiarkan kita (anak-anaknya) untuk memilih sendiri cita-citanya. Walaupu selalu siap sedia ketika kita bertanya pendapat dan minta pertimbangan. Buktinya Papi ga keberatan dengan pilihan saya untuk ambil juruan fashion design justru menguatkan ketika saya sempat ragu dengan pilihan ini. Papi entah punya seberapa banyak sabar. Papi entah punya berapa hektar lahan maaf di hatinya. Papi entah punya seberapa penuh keikhlasannya.

Saya sangat mengidolakan Papi. Sangat menjadikan panutan. Bahkan berniat untuk mencari lelaki seperti Papi. Ya sabarnya, ya baiknya, ya carenya, ya tulusnya, ya ikhlasnya, ya segalanya.

Berdoa kepada Tuhan semoga Papi sehat selalu. Berdoa kepada Tuhan semoga Papi panjang umur. Berdoa kepada Tuhan semoga Papi dimurahkan rezekinya. Berdoa kepada Tuhan semoga Papi dijauhkan dari segala yang jahat. AMIN.

2 komentar:

random mengatakan...

makanya bulik km kalo mau ketemu papi km!
jangan kada ingat orangtua mon,,hayo pulang cepat!!
hahaha

Mona Lisbeth Sihombing mengatakan...

ga mungkin lah neng saya ga ingat orangtua, lembon!
doakan ya desember ini saya pulang , Amien!!